ASDP Kerahkan 25 Kapal Urai Antrean Ketapang-Gilimanuk Usai Blokade Truk

Penulis: Ramli Siregar  •  Senin, 28 September 2026 | 08:37:01 WIB
ASDP mengerahkan 25 kapal untuk mengurai antrean kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk.

KALIMANTAN BARAT — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengoperasikan 25 kapal di lintasan Ketapang-Gilimanuk untuk mengurai antrean kendaraan yang sempat mencapai 12 kilometer di sisi Ketapang dan 6,6 kilometer di Gilimanuk. Antrean panjang muncul setelah aksi penyampaian aspirasi pengemudi truk di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Sabtu sore, memicu akumulasi kendaraan di kedua sisi penyeberangan Jawa-Bali.

Paragraf pembuka: Aksi penyampaian aspirasi pengemudi truk berlangsung sejak sekitar pukul 14.15 WIB hingga 20.00 WIB di area pintu keluar Dermaga LCM Pelabuhan Ketapang. Setelah mediasi bersama perwakilan pengemudi, ASDP dan sejumlah pemangku kepentingan menyepakati langkah percepatan pemulihan operasional. Dampaknya, sekitar pukul 15.00 WIB, kepadatan kendaraan masih terpantau di kedua sisi lintasan dengan antrean di Gilimanuk mencapai sekitar 3 kilometer dan ekor antrean hingga Pertigaan Cekik.

Pemicu Aksi dan Penyesuaian Muatan Kapal

Dinamika operasional muncul menyusul penyesuaian muatan kapal oleh KSOP Tanjung Wangi demi keselamatan pelayaran, termasuk pengaturan muatan kapal LCT yang mengangkut truk besar dan sedang. Penyesuaian dilakukan karena faktor cuaca dan kondisi maritim terkini.

Rilis BMKG Stasiun Meteorologi Banyuwangi-Pelabuhan Ketapang pada Sabtu pukul 15.00 WITA mencatat peringatan dini PD1 Waspada terkait potensi angin kencang 10-15 knots dari arah utara serta arus kuat berkecepatan di atas 1,2 m/s.

Skema Distribusi Kendaraan Berdasarkan Bobot

ASDP mengoptimalkan distribusi kendaraan menurut kapasitas dan karakteristik kapal yang beroperasi. Kendaraan bermuatan di atas 30 ton diarahkan dilayani kapal-kapal LCM dengan optimalisasi muatan sesuai kapasitas, sementara kendaraan di bawah 30 ton diarahkan melalui kapal MB 1, 2, 3, dan 4.

Pengaturan tersebut memastikan seluruh kapasitas kapal dan fasilitas tersedia dimanfaatkan optimal, sehingga distribusi kendaraan tidak terkonsentrasi pada jenis kapal tertentu.

Percepatan Siklus Pelayanan Kapal

General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto menjelaskan, ASDP bersama pemangku kepentingan terkait mempercepat siklus pelayanan kapal mulai dari proses sandar, pemuatan, hingga keberangkatan, dengan tetap memperhatikan standar keselamatan.

"Kuncinya adalah memastikan seluruh kapasitas yang tersedia dapat digunakan secara optimal. Pengaturan muatan dilakukan sesuai kapasitas kapal, sementara proses pelayanan kapal terus dipercepat melalui koordinasi yang semakin solid antara petugas, regulator, dan operator. Dengan langkah tersebut, antrean diharapkan dapat terus berkurang secara bertahap," jelas Media.

ASDP juga berkoordinasi dengan asosiasi pelayaran untuk mengoptimalkan jumlah trip dan kapasitas angkut kapal. Asosiasi pengemudi menyatakan komitmen mendukung kelancaran operasional dengan mengikuti arahan petugas terkait proses pemuatan kapal dan ketentuan di kawasan pelabuhan.

Dampak ke Angkutan Logistik

Kondisi kepadatan berdampak langsung pada pengguna jasa, khususnya angkutan logistik. Berkurangnya jumlah trip memicu akumulasi kendaraan pada akses menuju pelabuhan di kedua sisi lintasan.

"Kami memahami bahwa kondisi kepadatan ini berdampak langsung kepada pengguna jasa, khususnya angkutan logistik. Karena itu, percepatan pemulihan menjadi prioritas kami. Seluruh unsur di lapangan terus bekerja untuk memaksimalkan trip, mempercepat siklus pelayanan kapal, dan mengurai antrean secara bertahap. Kami mengimbau pengguna jasa tetap mengikuti arahan petugas agar proses pemulihan dapat berlangsung dengan tertib dan optimal," tambah Media.

Sebelumnya, Heru dalam keterangannya menyatakan fokus perseroan adalah mempercepat normalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap setelah tercapainya kesepakatan bersama.

"Setelah tercapainya kesepakatan bersama, fokus kami adalah mempercepat normalisasi operasional dan mengurai antrean secara bertahap. Kapasitas kapal yang tersedia terus kami optimalkan, termasuk melalui percepatan siklus pelayanan kapal serta pengaturan muatan sesuai karakteristik dan kapasitas masing-masing kapal," ujar Heru.

Penutup: ASDP bersama regulator, operator pelayaran, asosiasi pengguna jasa, dan pemangku kepentingan terkait akan terus memantau serta mengevaluasi pola operasi hingga layanan kembali normal. Lintasan Ketapang-Gilimanuk merupakan jalur utama penyeberangan Jawa-Bali, sehingga kelancaran arus kendaraan di sana krusial bagi distribusi logistik dan mobilitas penumpang antarpulau.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: finance.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top