Hanura Siap Luncurkan Logo Kepala Singa Tahun Depan, Kalbar Berebut Jadi Tuan Rumah

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 29 September 2026 | 06:02:01 WIB
Wakil Ketua Umum Hanura, Patrice Rio Capella, berbicara dalam Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force Hanura se-Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Minggu (27/9).

PONTIANAK — Partai Hanura memastikan peluncuran logo baru bergambar Kepala Singa akan digelar tahun depan, berbarengan dengan peresmian 100 persen kepengurusan partai hingga tingkat kecamatan. Sejumlah daerah mengajukan diri sebagai tuan rumah, dan Kalimantan Barat masuk dalam daftar teratas karena dinilai sebagai salah satu basis kekuatan Hanura di luar Jawa.

Wakil Ketua Umum Hanura, Patrice Rio Capella, mengatakan penentuan lokasi masih menunggu keputusan Ketua Umum Oesman Sapta Odang. Pontianak, Jakarta, dan sejumlah provinsi lain disebut sebagai opsi yang tengah dipertimbangkan.

"Nanti akan disampaikan kepada ketua umum. Tentu kebijakan itu ada di ketua umum, apa pertimbangannya. Bisa di Pontianak, bisa di Jakarta, atau di provinsi lain," kata Rio usai menghadiri Rapat dan Konsolidasi Tim Task Force Hanura se-Provinsi Kalimantan Barat di Hotel Grand Mahkota, Pontianak, Minggu (27/9).

Logo Baru Dirilis Bersamaan dengan 100 Persen Kepengurusan Kecamatan

Rio menyebut peluncuran logo Singa tidak akan berdiri sendiri. Momen itu akan digabung dengan pengumuman tercapainya kepengurusan partai di seluruh kecamatan sebagai penanda kesiapan mesin politik.

"Tahun depan pasti kita launching bersamaan dengan launching 100 persen kepengurusan sampai tingkat kecamatan. Sekaligus dengan logo itu," ujar Ketua Tim Task Force Hanura itu.

Kedatangan Tim Task Force DPP ke Kalbar juga untuk mengecek kesiapan struktur partai menghadapi Pemilu 2029 dan verifikasi partai yang diperkirakan berlangsung tahun depan.

Mesin Politik Kalbar Dinilai Sudah Hidup

Hasil konsolidasi menunjukkan struktur Hanura di Kalbar telah berjalan dan tinggal digerakkan untuk menghadapi tahapan pemilu. Rio menilai kondisi partai di provinsi itu jauh lebih baik dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

"Hari ini kami juga memastikan mesin politik Hanura di Kalbar itu on, hidup. Artinya tinggal digerakkan karena kondisinya sudah mulai sangat baik dibandingkan beberapa waktu yang lalu," nilai Rio.

Kalbar dinilai berpotensi menyumbangkan kursi DPR RI bagi Hanura pada Pemilu 2029. Rio berharap partainya bisa meraih sedikitnya dua kursi Senayan dari provinsi tersebut.

"Kalau misal dipecah tiga dapil, ya kita harap minimal dua kursi DPRD kita dapatkan karena Kalbar ini adalah salah satu basis Hanura. Program kursi dan partainya juga terstruktur rapi," sambung Rio.

Hanura Ubah Pola Kerja untuk Konversi Suara Daerah ke Nasional

Pada Pemilu 2024, kursi DPRD Hanura di Kalbar tercatat terbanyak kedua setelah PPP. Namun perolehan di tingkat daerah itu tidak terkonversi menjadi suara nasional atau kursi DPR RI.

DPP Hanura kemudian melakukan perubahan pola kerja dan struktur organisasi. Tujuannya agar dukungan politik di tingkat kabupaten/kota bisa dikonversikan menjadi perolehan suara di tingkat nasional.

"Kita melakukan general check-up dari provinsi ke provinsi, dan kita merubah cara berpartainya atau mindset cara berpikir berpartainya kita ubah, termasuk strukturnya kita ubah. Sehingga nanti kita akan bawa suara di tingkat dua itu terkonversi ke suara nasional," sebut eks politisi NasDem itu.

Rio optimistis Hanura bisa lolos ke Senayan pada Pemilu 2029, berapapun ambang batas parlemen yang ditetapkan, selama tidak melewati 4 persen.

DPD Hanura Kalbar Nyatakan Siap Jadi Tuan Rumah

Ketua DPD Hanura Kalimantan Barat, Dian Eka Muchairi, menyatakan kesiapannya jika Kalbar dipilih sebagai lokasi peluncuran logo Singa. Menurutnya, peluncuran kemungkinan digelar serempak di seluruh Indonesia menunggu perintah OSO.

"Insya Allah kita siap. Saya yakin mungkin launching-nya nanti kita menunggu perintah Ketua Umum Hanura Pak OSO dan serempak di seluruh Indonesia," jelas Dian.

Penguatan struktur kepengurusan hingga tingkat paling bawah menjadi salah satu fokus utama partainya. Dian menyebut langkah itu sebagai bekal menyongsong Pemilu 2029 agar kursi di DPRD kabupaten/kota dan provinsi bisa meningkat.

Peningkatan perolehan kursi pada Pemilu 2029 nanti diproyeksikan menjadi modal politik Hanura menghadapi Pilkada 2031. Partainya berharap semakin banyak kader yang bisa diusung sebagai calon kepala daerah.

Dari 14 kabupaten/kota di Kalbar, saat ini terdapat dua kader Hanura yang menjabat kepala daerah, yakni Bupati Kabupaten Kayong Utara dan Wakil Bupati Ketapang. Untuk Kota Pontianak, Dian memastikan Hanura membuka peluang mengusung kader sendiri pada Pilkada 2031.

"Insya Allah untuk Kota Pontianak, Hanura nanti akan memajukan kadernya menjadi calon wali kota," tutur Dian.

Kalimantan Barat selama ini dikenal sebagai Bumi Khatulistiwa dan menjadi salah satu basis kekuatan partai Hanura, dengan empat kursi di DPRD provinsi.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: suarapemredkalbar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top