KAI Daop 6 Yogyakarta Tutup 21 Perlintasan Sebidang, 163 Titik Masih Tanpa Penjagaan

Penulis: Ramli Siregar  •  Selasa, 29 September 2026 | 08:37:01 WIB
KAI Daop 6 Yogyakarta menutup 21 dari target 25 perlintasan sebidang sepanjang tahun ini.

KALIMANTAN BARAT — KAI Daop 6 Yogyakarta mengeksekusi penutupan 21 dari target 25 perlintasan sebidang sepanjang tahun ini, sementara 163 dari total 292 titik di wilayahnya masih tanpa penjagaan. Penutupan dan penertiban perlintasan menjadi prioritas menyusul tingginya kejadian temperan kereta api dalam tiga tahun terakhir. Di Sentolo, Kulon Progo, sebuah gardu penjagaan baru tengah disiapkan untuk menggantikan tiga perlintasan tak terjaga yang dua di antaranya berada di tikungan.

Otoritas KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 292 titik perlintasan sebidang tersebar di wilayah operasinya. Dari jumlah itu, hanya 97 titik yang dijaga KAI, 32 dijaga pemerintah daerah, dan 23 dijaga pihak eksternal. Sisanya, 163 titik, tidak dijaga sama sekali, plus 14 titik tergolong perlintasan liar.

Angka tersebut menjelaskan mengapa penertiban perlintasan sebidang menjadi pekerjaan rumah besar bagi KAI yang tahun ini genap berusia 81 tahun. Persoalannya bukan sekadar jumlah, melainkan juga posisi sejumlah perlintasan yang berada di tikungan atau jalur padat kendaraan warga.

Sentolo: Gardu Baru, Tiga Perlintasan Lama

Di Dusun Bantar Wetan, Desa Banguncipto, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, sebuah bangunan abu-abu muda bercorak krem sudah berdiri beberapa pekan terakhir. Bangunan itu belum beroperasi, tetapi disiapkan sebagai titik penjagaan baru di kawasan yang selama ini punya tiga perlintasan sebidang tanpa penjagaan.

Dua dari tiga perlintasan di kawasan tersebut bakal ditutup, menyisakan satu titik yang ditingkatkan pengawasannya. Warga Bantar Wetan, Wiyono, mengaku harus ekstra hati-hati setiap melintas karena tidak ada petugas yang berjaga, terlebih di perlintasan yang dekat tikungan.

"Biasanya kalau lampu hijau kan akan ada kereta (api) lewat, tapi beberapa kali lampunya merah tiba-tiba ada suara bel kereta yang mau melintas," kata Wiyono, Senin, 28 September 2026.

Warga lain, Tuti, menyebut beberapa kali terjadi temperan atau benturan terhadap kereta api di wilayah Bantar Wetan. Meski tidak sering, ia menilai perlintasan di tikungan kerap membahayakan pengguna jalan.

"Saya pribadi tidak tahu penataan perlintasan sebidang di area sini. Ya kalau sebagai warga, yang penting bisa ada akses dan bisa selamat itu yang penting," ucap Tuti.

Temperan Kereta Tiga Tahun Terakhir

Catatan KAI Daop 6 Yogyakarta menunjukkan kejadian temperan terhadap kereta api cukup tinggi dalam tiga tahun terakhir. Pada 2023 tercatat 18 kejadian, lalu naik menjadi 19 kejadian pada 2024. Angkanya turun menjadi 13 kejadian pada 2025, dan 6 kejadian hingga pertengahan 2026.

Juru bicara KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni, mengatakan pembangunan flyover atau underpass membutuhkan skala prioritas sehingga tidak bisa langsung dikerjakan di semua titik. Karena itu, KAI memetakan mana perlintasan yang harus ditutup dan mana yang diprioritaskan peningkatan keselamatannya.

"Misalnya membangun gardu, melengkapi rambu-rambu, memperlengkapi fasilitas penjagaan yang lainnya," ujar Feni.

Feni menambahkan, Presiden telah menginstruksikan kepada Direktorat Jenderal Perkeretaapian dan KAI untuk meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang. Instruksi itu menjadi dasar pemetaan yang dilakukan Daop 6 Yogyakarta, termasuk penentuan titik mana yang harus ditutup lebih dulu.

Target 25 Penutupan, 21 Sudah Dieksekusi

Sepanjang tahun ini, Daop 6 Yogyakarta menargetkan penutupan 25 perlintasan sebidang. Sebanyak 21 di antaranya telah dieksekusi, sementara sisanya masih dalam proses. Selain penutupan, Daop 6 juga memutuskan meningkatkan penjagaan di satu titik, yakni perlintasan di Kecamatan Sentolo.

Feni menyebut otoritas Daop 6 hampir setiap tahun menyusun skala prioritas peningkatan layanan keselamatan, termasuk lewat kualitas penjagaan. Sejauh ini, lima perlintasan sebidang telah ditutup dan satu titik mendapat peningkatan penjagaan.

"Kami berharap momentum HUT ke-81 ini semakin memperkuat semangat kebersamaan seluruh insan KAI untuk terus menjaga keselamatan, meningkatkan kinerja, serta menghadirkan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat," kata Feni.

Dengan 163 titik yang masih tanpa penjagaan, pekerjaan menutup perlintasan sebidang di wilayah Daop 6 Yogyakarta belum selesai. Penutupan 21 perlintasan tahun ini menjadi langkah awal, tetapi skala persoalannya menuntut kolaborasi KAI, pemerintah daerah, dan warga agar setiap titik yang tersisa tidak berubah menjadi lokasi kecelakaan berikutnya.

Reporter: Ramli Siregar
Sumber: metrotvnews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top