KALIMANTAN BARAT — The Brandals resmi meluncurkan album studio keenam bertajuk Oposisi di Jakarta pada akhir September 2026. Album ini dikerjakan bersama produser Jonathan Mono dan Jonathan Pardede, melanjutkan proses rekaman yang berjalan sejak September 2024. Lewat Oposisi, band yang telah berusia 25 tahun ini menegaskan sikap kritis terhadap dinamika sosial politik, termasuk krisis kemanusiaan di Palestina.
Peluncuran album berlangsung di SAE Institute Jakarta. Vokalis Eka Annash hadir langsung untuk memaparkan gagasan di balik karya terbaru tersebut.
Eka menyebut ukuran keberhasilan The Brandals sudah bergeser. Jumlah penonton di panggung bukan lagi tolok ukur utama.
"Kita sadar gitu, band udah umur 25 tahun. Bukan, not the flavor of the moment lagi gitu, kan. Jadi pencapaian-pencapaian kita bukan untuk harus tampil di ribuan orang gitu," ujar Eka Annash saat ditemui di SAE Institute Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Bagi Eka, sebuah lagu dianggap berhasil ketika pendengar meresapi dan memaknainya dengan cara mereka sendiri. Proses itulah yang memperpanjang usia sebuah karya.
"Basically lagunya dilepas, dan ada segelintir orang yang meresapi dan lalu ngeproses dan berarti buat mereka, dan lalu mereka duplikasi lagi dengan versi mereka sendiri, itu buat kita udah cukup, kayak gitu. Jadi panjang umurnya gitu," sambungnya.
Secara lirik, Oposisi menyoroti beragam isu sosial politik terkini. Krisis kemanusiaan di Palestina menjadi salah satu tema yang diangkat secara lugas.
Sikap politik The Brandals turut divisualkan lewat ilustrasi sampul garapan seniman asal Bali, I Made Arya Wiguna alias Goodoh. Eka mengungkap, awalnya pihak band hanya memesan rancangan untuk produk kaus kepada sang seniman.
Setelah melihat hasilnya, visual bayi di atas buah semangka dinilai paling tepat. Gambar itu dianggap memancarkan pesan perlawanan di tengah kehancuran.
"Kita pikir-pikir, 'Wah kayaknya mendingan yang ini sih, udah tercakup semuanya', gitu kan. Ada obvious ada Palestine, representatif Palestine-nya, tapi juga ada anak bayinya sebagai apa ya, bibit dari perlawanan gitulah. Terus ada kapal karamnya, menunjukkan Indonesia, negara kita sebagai institusi, udah mulai tenggelam, dan mayat-mayatnya," katanya.
Judul Oposisi dipilih sebagai penegasan sikap terhadap dinamika politik dalam negeri saat ini. Penamaan itu sejalan dengan muatan lirik yang menggarap tema-tema sosial politik.
Dari sisi musikal, Oposisi memadukan nuansa rock era delapan puluhan dengan eksplorasi hip-hop yang terdengar semakin berani. Kombinasi ini menandai arah baru The Brandals di album keenam mereka.
Proyek Oposisi dikerjakan bersama Jonathan Mono dan Jonathan Pardede. Proses rekaman album ini telah berjalan sejak September 2024 sebelum akhirnya resmi diperkenalkan ke publik.
Bagi The Brandals, Oposisi menjadi penanda posisi mereka di industri musik Indonesia setelah 25 tahun berkarya. Band ini memilih bertahan pada jalur kritik sosial ketimbang mengejar tren sesaat.