SINTANG — Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Ketahanan Keluarga DKBP3A Kabupaten Sintang Selly Gathie menyatakan masa remaja adalah fase peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Peralihan itu ditandai perubahan fisik, psikologis, dan sosial. Karena itu, remaja butuh saluran untuk mengekspresikan diri melalui kegiatan yang positif dan bervariasi.
Menurut Selly, peserta yang hadir dalam audisi merupakan remaja pilihan yang punya potensi menjadi generasi penerus. Lewat kegiatan Genre dan PIK-R, mereka tidak hanya mendapat pengetahuan. Mereka juga belajar berorganisasi, berkomunikasi, bersosialisasi, membangun jejaring, serta bekerja sama dengan orang berlatar belakang berbeda.
Selly menyebut sejumlah alumni kegiatan Genre dan PIK-R Kabupaten Sintang telah menorehkan prestasi hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Pengalaman selama aktif di kegiatan remaja dinilainya menjadi bekal penting saat melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
"Sejumlah alumni kegiatan Genre dan PIK-R Kabupaten Sintang yang telah menorehkan prestasi hingga tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional. Pengalaman yang diperoleh selama aktif dalam kegiatan remaja menjadi bekal penting ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja," kata Selly Gathie saat pembukaan Audisi Duta Genre di Aula Bank Kalbar Sintang, Minggu, 4 Oktober 2026.
Audisi Bintang Genre merupakan kegiatan tahunan DKBP3A Kabupaten Sintang melalui bidang terkait. Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus pembinaan bagi remaja yang tergabung dalam PIK-R. Pada 2026, DKBP3A telah mengirimkan surat ke sekitar tujuh kecamatan untuk mengirimkan perwakilan PIK-R. Namun, hanya tiga kecamatan yang mengirimkan utusan.
Dari sejumlah sekolah dan PIK-R yang berpartisipasi, terpilih sekitar 20 peserta putra dan putri untuk mengikuti tahapan seleksi hingga malam puncak. Proses penilaian melibatkan sejumlah juri dari berbagai bidang, di antaranya psikolog, perwakilan OPD, alumni Genre, serta tenaga kesehatan.
Selly berpesan agar seluruh peserta tidak berkecil hati bila nantinya belum terpilih sebagai pemenang. Menurutnya, tidak terpilih bukan berarti gagal, melainkan dapat menjadi jalan menuju kesempatan lain. Para peserta tetap diharapkan aktif sebagai konselor sebaya, edukator, maupun penggerak kegiatan positif bagi remaja di lingkungannya.
"Siapapun yang terpilih, sebenarnya kalian sudah menjadi anak-anak yang hebat," ucapnya.
Selly juga mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, termasuk mengenai infeksi menular seksual (IMS). Tantangan pergaulan remaja saat ini dinilainya semakin kompleks. Para peserta diharapkan mampu menjadi edukator dan memberikan informasi yang benar kepada teman sebaya sehingga membantu menjaga masa depan generasi muda.
Ia berharap seluruh rangkaian Audisi Bintang Genre Tahun 2026 berjalan lancar hingga tahap akhir.