KALIMANTAN BARAT — PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) mencatat kenaikan mineral recovery sekitar 2,5 persen setelah mengembangkan sistem Artificial Intelligence Dashboard Automation (AIDA) di processing plant Batu Hijau. Peningkatan itu dinilai signifikan karena Batu Hijau selama ini sudah memiliki tingkat recovery terbaik di kelasnya. Langkah ini menegaskan posisi AMMAN sebagai tambang tembaga dan emas terintegrasi yang semakin bergantung pada data dan teknologi.
Paragraf pembuka: Perusahaan menempuh jalan panjang sebelum sampai ke titik ini. Sejak 2020, AMMAN membangun fondasi digital secara bertahap, menyatukan fungsi keuangan, pengadaan, sumber daya manusia, hingga pengelolaan data dan analitik dalam satu ekosistem. Fondasi itu menjadi modal ketika operasi perusahaan makin kompleks usai rampungnya smelter tembaga serta fasilitas pemurnian emas dan perak di kawasan Batu Hijau hingga pelabuhan Benete.
Dari Pit Batu Hijau sampai Refinery Emas
Rantai operasi AMMAN kini membentang dari penambangan di pit, pengolahan bijih menjadi konsentrat tembaga, refinery yang mengubah konsentrat menjadi katoda tembaga, sampai Precious Metals Refinery (PMR) yang memproduksi emas dan perak. Fasilitas pendukung seperti regasifikasi dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) melengkapi kawasan itu.
Di titik inilah digitalisasi dan kecerdasan buatan mengambil peran. Vice President Corporate Communications AMMAN, Kartika Octaviana, menyebut teknologi sudah menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.
“Di AMMAN, digitalisasi merupakan bagian integral dari strategi bisnis perusahaan. Melalui sistem yang semakin terintegrasi, kami terus memperkuat tata kelola, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengoptimalkan kinerja perusahaan,” ujar Kartika.
Salah satu hasilnya adalah Automated Teller Gold Machine (ATGM), mesin yang mempercepat proses pembelian dan penebusan emas dengan validasi stok serta pencatatan transaksi elektronik secara real-time.
AIDA dan Tantangan Recovery di Tambang Tua
Setiap ton bijih yang ditambang mengandung mineral berharga, tetapi tidak seluruhnya berhasil dipulihkan dalam proses pengolahan. Di industri pertambangan, kenaikan kecil pada tingkat perolehan mineral berdampak besar: nilai ekonomi bertambah, sumber daya yang terbuang di tailings berkurang.
AIDA dirancang menjawab tantangan itu. Sistem pendukung keputusan berbasis AI ini memanfaatkan data operasional perusahaan selama lebih dari 25 tahun, dipadukan dengan data real-time, untuk menganalisis kondisi operasi dan merekomendasikan parameter proses paling optimal.
Fitur Set Point Optimizer di dalamnya memberi rekomendasi penyesuaian dosis reagen dan laju aliran air. Pekerjaan yang sebelumnya dilakukan metalurgis secara manual atas ribuan data yang terus berubah kini terbantu oleh penyaringan informasi yang lebih relevan.
Kartika menegaskan AIDA tidak dimaksudkan menggantikan manusia. Setiap empat jam, tim operasi dan metalurgi meninjau rekomendasi sistem sebelum menentukan penyesuaian proses.
“AIDA mencerminkan budaya AMMAN yang selalu terdorong untuk terus menjadi lebih baik. Ketika teknologi dan pengalaman manusia berjalan beriringan, kami mampu menghasilkan keputusan yang lebih baik dan menciptakan nilai yang lebih besar,” kata Kartika.
Pengakuan Internasional dan Arah ke Depan
Penerapan teknologi itu mengantarkan AMMAN meraih SAP Customer Excellence Awards for SEA 2026 pada kategori Autonomous Suite and Data & AI. Penghargaan tersebut menilai kemampuan perusahaan membangun proses kerja digital yang lebih otomatis, saling terhubung, dan mampu mengubah data menjadi dasar pengambilan keputusan.
AMMAN juga menyempurnakan sensor, instrumen, dan sistem pengumpulan data agar informasi yang dihasilkan akurat dan andal. Kombinasi perbaikan proses dan optimalisasi berbasis AI itulah yang mendorong kenaikan recovery sekitar 2,5 persen.
Bagi operasi sebesar Batu Hijau, angka itu bukan pencapaian kecil. Setiap persen tambahan recovery berarti lebih banyak logam berharga yang terselamatkan dan lebih sedikit mineral yang berakhir di tailings — manfaat ganda bagi nilai ekonomi dan konservasi sumber daya.
Penutup: AMMAN kini bukan lagi sekadar penambang dengan fasilitas hulu-hilir lengkap. Perusahaan ini bergerak menjadi tambang terintegrasi yang menjalankan operasinya di atas kekuatan data, otomasi, dan keahlian tim di lapangan.