KALIMANTAN BARAT — Survei geofisika terbaru di Lembah Para Raja memunculkan dugaan bahwa makam Tutankhamun, yang dikenal sebagai KV 62, hanyalah bagian dari kompleks ruangan dan lorong yang lebih luas. Di balik dinding makam tersebut, sejumlah peneliti meyakini makam Nefertiti yang hilang sejak lama mungkin tersembunyi. Dewan Tertinggi Purbakala Mesir dijadwalkan memutuskan apakah ruangan potensial itu akan dieksplorasi pada akhir bulan September.
Makam Tutankhamun ditemukan pada 1922 oleh tim yang dipimpin Egyptolog Howard Carter. Sejak saat itu, para arkeolog menyadari satu kejanggalan: ukuran makam sang raja terlampau kecil untuk standar pemakaman kerajaan Mesir kuno. Ketidaksesuaian inilah yang kemudian memicu serangkaian teori tentang ruangan tersembunyi di balik dindingnya.
Perdebatan soal Nefertiti sendiri belum tuntas. Ia adalah istri Firaun Akhenaten, yang kemungkinan besar merupakan ayah Tutankhamun, dan diyakini pula sebagai ibu tiri raja muda tersebut. Sebagian sejarawan berpendapat Nefertiti sempat memerintah sejenak sebagai firaun. Lokasi makamnya menjadi misteri yang belum terpecahkan sejak lama.
Teori Nicholas Reeves Sejak 2015
Egyptolog Nicholas Reeves, salah satu penulis studi terbaru ini, mengemukakan teorinya sejak 2015 bahwa Nefertiti mungkin disemayamkan di balik dinding makam Tutankhamun. Ia berpendapat salah satu dinding ruang pemakaman tersebut adalah dinding palsu, teknik yang lazim digunakan para pembangun makam Mesir kuno untuk menyembunyikan ruangan lain.
Reeves menduga makam itu awalnya dibangun jauh lebih besar. Ketika Tutankhamun wafat, pintu masuknya diubah dan diperbesar untuk proses pemakaman, sementara area yang lebih dalam ditutup rapat. Tutankhamun sendiri naik takhta sekitar tahun 1333 SM saat baru berusia 9 tahun, dan pemerintahannya berakhir menyusul kematian dini sekitar satu dekade kemudian.
Respons Ilmuwan: Antusias, tapi Tetap Hati-hati
Peneliti Mamdouh Eldamaty, arkeolog di Universitas Ain Shams di Kairo dan mantan Menteri Purbakala Mesir, menyebut temuan ini berpotensi besar. "Jika keberadaan kompleks tersembunyi tersebut terkonfirmasi, temuan ini bisa menjadi salah satu penemuan arkeologis paling transformatif di era modern," ujarnya.
Ray Johnson, mantan direktur Institute for the Study of Ancient Cultures, mengaku tertarik dengan data yang mengindikasikan adanya sesuatu di balik makam Tutankhamun. "Siapa yang tidak akan antusias?" katanya. Meski begitu, ia mengingatkan ruangan tambahan tersebut bisa jadi hanyalah ruang penyimpanan, walau penemuan semacam itu tetap dinilai luar biasa.
Kara Cooney, Egyptolog dari University of California, Los Angeles, memberi catatan berbeda. Kalaupun makam Nefertiti akhirnya ditemukan, kondisinya mungkin sudah tidak menyisakan banyak peninggalan berharga. Banyak pakar meyakini harta karun Nefertiti digunakan ulang untuk makam Tutankhamun.
Kapan Eksplorasi Dimulai?
Dewan Tertinggi Purbakala Mesir akan mengambil keputusan apakah ruangan-ruangan potensial tersebut akan dieksplorasi. Jarak ruangan itu hanya beberapa meter dari makam sang raja, dan keputusan dijadwalkan keluar pada akhir bulan September.
Jika rencana tersebut disetujui, proses pengeboran secara hati-hati untuk mengerahkan traktor-traktor miniatur yang dilengkapi kamera dapat dimulai pada bulan November. Metode ini dipilih untuk meminimalkan risiko kerusakan pada struktur makam yang sudah berusia ribuan tahun.