JAKARTA — Ketua Umum PWI Akhmad Munir memimpin langsung prosesi pemotongan tumpeng sebagai tanda resmi beroperasinya pwi.or.id. Ia didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat Marthen Selamet Susanto dan Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat. Puluhan pengurus PWI Daerah yang bertindak sebagai admin portal daerah mengikuti acara melalui zoom.
Munir menyebut peluncuran ini sebagai ikhtiar agar pengembangan website PWI berjalan sukses. Ia juga memanfaatkan momentum tersebut untuk menyerap masukan soal pengelolaan platform digital organisasi.
"Hari ini agendanya tunggal, launching resmi website PWI," kata Akhmad Munir dalam acara peluncuran website PWI, Kamis (1/10/2026).
Ia turut mengundang para ketua atau sekretaris PWI serta admin website dari sejumlah provinsi. "Saya juga mengundang seluruh ketua atau sekretaris PWI dan admin website di beberapa provinsi seluruh Indonesia," ujarnya.
Hampir 40 Portal Daerah Sudah Terhubung ke PWI.or.id
Ketua Bidang Multimedia dan IT PWI Hilman Hidayat mengatakan pengembangan website diarahkan agar menjadi platform digital yang mumpuni. Tujuannya sekaligus membangun jaringan informasi PWI di daerah.
"Sebenarnya ketika saya ditunjuk jadi Ketua Bidang IT/multimedia untuk membuat website kita mumpuni. Tapi teman-teman daerah bersemangat untuk membangun jaringan dan kalau di provinsi hingga kota kabupaten," ujar Hilman.
Rencana awal pengembangan menyasar PWI.or.id plus lima kota provinsi. Kini jumlah portal yang terkoneksi melonjak. "Rencana pertama PWI.or.id dan di lima kota provinsi. Sekarang sudah hampir 40 website seluruh Indonesia sudah terkoneksi di PWI.or.id," katanya.
Hilman menilai keterhubungan itu memperkaya informasi di jaringan website PWI. Keberagaman konten dan jaringan daerah disebutnya sebagai kekuatan yang perlu terus dikembangkan.
Aplikasi Mobile PWI Ditargetkan Rilis Tahun Depan
Selain website, PWI menyiapkan aplikasi mobile yang ditargetkan dapat diunduh melalui platform aplikasi pada tahun depan. "Tahun depan kita membuat versi mobile bisa diunduh di Play Store dan Google Play," kata Hilman.
Pengembangan digital juga akan diarahkan pada pembaruan dan integrasi data keanggotaan. Setelah seluruh provinsi terakses melalui jaringan website, PWI berencana meningkatkan sistem data anggota pada 2027.
"Setelah semua provinsi terakses, yang bakal di-upgrade data anggota di tahun 2027. Data anggota pusat dan provinsi bisa update," ujarnya.
Sistem tersebut nantinya membantu pengelolaan keanggotaan PWI, termasuk memberi peringatan ketika masa berlaku kartu anggota habis. PWI juga menargetkan pengembangan jaringan hingga tingkat kota dan kabupaten.
"Kita merangsek ke kota dan kabupaten. PWI pusat punya begitu jaringan website dan ujungnya monetisasi hingga terintegrasi sampai ke daerah," ujarnya.
Tiga Kelompok Konten yang Diminta Aktif Diisi Pengurus Daerah
Akhmad Munir meminta pengurus PWI di daerah aktif mengisi dan mengembangkan konten pada website. Ia menyebut setidaknya ada tiga kelompok konten yang dapat dikembangkan.
- Informasi terkait ke-PWI, termasuk kegiatan internal organisasi.
- Kegiatan stakeholder PWI dan pihak luar.
- Dinamika pers di daerah dan PWI.
"Teman-teman daerah diharapkan aktif mengisi semua konten terkait ke-PWI. Kedua, stakeholder PWI dan pihak luar. Jadi kegiatan internal silakan disiarkan dan PWI dan stakeholder pihak luar diberikan," kata Akhmad Munir.
"Ketiga terkait dinamika pers di daerah dan PWI. Itu koridor kita terdahulu," sambungnya.
Munir mengatakan ruang pengembangan konten dapat diperluas seiring perkembangan kebutuhan informasi masyarakat. Ia meminta pengurus daerah menjaga konsistensi produksi konten.
"Diharapkan bergulir konsisten sehingga muncul di search engine dan viral di medsos atau viral di WA (whatsapp) kita, jadi lebih mudah meningkatkan keterbacaan dari website PWI ini," kata Akhmad Munir.
Menurut Munir, pengembangan website dan aplikasi diharapkan mendorong PWI menjadi organisasi yang semakin terdigitalisasi. Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif pengurus daerah dalam mengoptimalkan sistem tersebut.