PONTIANAK — Kapolresta Pontianak Kombes Pol Endang Tri Purwanto menyebut nobar ini bukan sekadar momentum mendukung Timnas Indonesia. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi ruang memperkuat hubungan antara Polri dan seluruh elemen masyarakat.
Hadir dalam kegiatan itu Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, Dandim 1207/Pontianak Kolonel Inf. Robbi Firdaus, Wakapolresta Pontianak AKBP Hendrawan, Kabag Ops Polresta Pontianak Kompol Joko Sutriyatno, serta para PJU dan Kapolsek jajaran. Anggota DPRD Kota Pontianak Yandi dan Pendiri Utama HFX Cemerlang Sutopo Widodo turut hadir.
Siapa Saja yang Duduk Bersama di Aula Mapolresta
Perwakilan mahasiswa dan organisasi kemasyarakatan memenuhi undangan, mulai dari IPSI Pontianak, BEM Polnep, Hikmahbudhi Pontianak, KNPI Kota Pontianak, BEM UMP, hingga Korda BEM NUS Kalbar. Sejumlah komunitas lain juga hadir, di antaranya Korwil BEM SI Kalbar, Presma Yarsi, The Jack Mania, Himakatra, Fomda Kalbar, Ojol Pontianak, dan FKBK.
Komposisi peserta yang mencampur aparat, pemerintah daerah, mahasiswa, dan komunitas ojol menunjukkan pendekatan berbeda dari sekadar forum formal. Polresta Pontianak menyebut nobar ini sebagai sarana komunikasi langsung dengan kelompok yang selama ini jarang bertemu dalam satu ruangan.
Pesan Kapolresta soal Sportivitas dan Persaudaraan
Endang mengajak seluruh masyarakat menjadikan pertandingan olahraga sebagai momentum mempererat persatuan. Ia menekankan pentingnya menjaga sportivitas selama laga final berlangsung.
"Mari kita dukung Timnas Indonesia dengan penuh semangat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Menang ataupun kalah, yang terpenting kita tetap menjaga persaudaraan, keamanan dan ketertiban bersama," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini menjadi cara membangun komunikasi dan silaturahmi yang semakin erat dengan seluruh elemen masyarakat. Kebersamaan dinilainya penting untuk menjaga situasi Kamtibmas tetap aman dan kondusif.
Kamtibmas Disebut Bukan Tanggung Jawab Polisi Sendiri
Melalui interaksi langsung dalam nobar, Polresta Pontianak berharap berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban bisa dicegah bersama. Mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan komunitas dianggap punya peran penting dalam menjaga kondusivitas wilayah.
"Kamtibmas adalah tanggung jawab kita bersama. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Dengan sinergi, komunikasi dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kita dapat bersama-sama menjaga Kota Pontianak tetap aman, nyaman dan kondusif," tutur Endang.
Polresta Pontianak menyatakan akan terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Pontianak.