Pencarian

Pupuk Kaltim Dampingi 132 Petani di Bulutana Gowa, 82,50 Hektare Lahan Garap Program PKT BERSERI

Rabu, 07 Oktober 2026 • 11:01:01 WIB
Pupuk Kaltim Dampingi 132 Petani di Bulutana Gowa, 82,50 Hektare Lahan Garap Program PKT BERSERI
Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra meninjau pelaksanaan program PKT BERSERI di Kelurahan Bulutana, Kabupaten Gowa.

GOWA — Direktur Utama Pupuk Kaltim Rafli Yandra meninjau langsung pelaksanaan program Pengembangan Kawasan Terpadu Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) di Kelurahan Bulutana. Peninjauan itu menjadi ruang evaluasi bersama antara perusahaan dan kelompok tani penerima manfaat. Rafli menegaskan program ini bukan sekadar pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan.

Sejak diinisiasi pada 2023, PKT BERSERI memakai pendekatan kawasan terpadu yang menyatukan kegiatan pertanian, pengelolaan kompos, dan pariwisata dalam satu rantai ekonomi. Tujuannya agar manfaat program bisa dikelola sendiri oleh masyarakat setelah pendampingan berakhir. Hingga kini, program menyentuh 6 kelompok tani dengan total 132 anggota dan lahan garapan mencapai 82,50 hektare.

Pertanian, Kompos, dan Pariwisata Digarap Satu Rantai

Rafli menjelaskan ketiga sektor itu tidak dikembangkan secara terpisah. Pertanian menjadi basis aktivitas ekonomi warga, kompos jadi bagian pemanfaatan sumber daya lokal sekaligus penopang pertanian berkelanjutan. Pariwisata disiapkan sebagai ruang menciptakan nilai tambah dari potensi alam, pertanian, dan kearifan lokal Bulutana.

"Ketiga aspek ini saling mendukung, sehingga manfaat program tidak hanya dirasakan dari hasil pertanian, tapi juga dari tumbuhnya aktivitas ekonomi lainnya," jelas Rafli.

Bulutana dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang, baik dari potensi pertanian, kearifan lokal, maupun sumber daya yang tersedia. Karena itu, Pupuk Kaltim mendorong peningkatan produktivitas pertanian beriringan dengan pengembangan nilai tambah dan peluang ekonomi masyarakat.

Pupuk Harus Tepat Jenis, Dosis, Waktu, Tempat, dan Cara

Penerapan praktik pertanian yang tepat dan efisien menjadi bagian pendampingan. Petani mendapat edukasi pemupukan sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi lahan, agar produktivitas naik tanpa mengabaikan efisiensi dan keberlanjutan.

Rafli menekankan peningkatan pemanfaatan produk Pupuk Kaltim di kawasan Bulutana harus ditempatkan sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pertanian, bukan tujuan tunggal program.

"Artinya, penggunaan pupuk harus tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat tempat, dan tepat cara. Ketika produktivitas meningkat dan biaya semakin efisien, maka seluruh ekosistem pertanian juga akan tumbuh," lanjut Rafli.

Kelembagaan Kelompok Tani Jadi Kunci Keberlanjutan

Penguatan kelembagaan kelompok tani disebut sebagai faktor penting dalam memastikan program tetap berjalan. Evaluasi bersama diperlukan agar pendampingan perusahaan tetap relevan dengan kondisi di lapangan.

"Petani adalah pihak yang paling memahami kondisi di lapangan. Maka melalui tinjauan langsung, kami ingin mendengar apa yang menjadi kendala dan kebutuhan mereka. Dari sana kita bisa menyusun langkah bersama, termasuk mendorong inovasi baru yang lebih produktif," tutur Rafli.

Komisaris Pupuk Kaltim Sukardi Rinakit yang turut hadir menilai ukuran keberhasilan PKT BERSERI tidak cukup dilihat dari jumlah kegiatan maupun bantuan yang diberikan. Yang lebih menentukan adalah kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengembangkan hasil program secara mandiri.

Kegiatan itu disebut menjadi ruang bagi perusahaan dan masyarakat melakukan evaluasi terbuka, termasuk memperkuat kelembagaan kelompok tani agar mampu mengambil keputusan, mengelola potensi, membangun jejaring, hingga melahirkan inovasi secara mandiri.

Masyarakat Bulutana Diminta Ambil Peran sebagai Aktor Utama

Rafli berharap masyarakat Bulutana semakin percaya diri mengembangkan potensi yang dimiliki. Keberhasilan program, kata dia, sangat ditentukan kemampuan warga mengambil peran sebagai aktor utama pembangunan kawasan.

"Pupuk Kaltim hadir untuk mendampingi, membuka akses, dan memperkuat kapasitas. Tapi masyarakat Bulutana adalah aktor utama yang akan menentukan masa depan program ini. Kami ingin PKT BERSERI terus hidup dan berkembang meskipun nantinya pendampingan perusahaan berakhir," tegas Rafli.

Ke depan, Pupuk Kaltim akan mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, kelompok tani, dan berbagai pemangku kepentingan lain. Kolaborasi itu diperlukan untuk memastikan pengembangan PKT BERSERI berjalan konsisten.

Follow www.radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: suarakalbar.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks