Pencarian

Kabut Asap Karhutla Ketapang Pekat, SPPK FSPMI Bagikan Masker ke Pelajar Desa Randai

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:31:01 WIB
Kabut Asap Karhutla Ketapang Pekat, SPPK FSPMI Bagikan Masker ke Pelajar Desa Randai
Siswa sekolah dasar menerima masker dari SPPK FSPMI di tengah kabut asap karhutla di Ketapang.

KETAPANG — Pembagian masker dilakukan langsung ke sejumlah sekolah yang berada di lingkar operasional dua perusahaan perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, yakni PT Cahayanusa Gemilang dan PT Kencana Graha Permai. Sasaran utamanya adalah siswa Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang tetap harus menjalani aktivitas belajar di tengah kondisi udara yang memburuk.

Keluhan kesehatan mulai bermunculan di kalangan pelajar, masyarakat sekitar, hingga buruh yang bekerja di perusahaan. Iritasi mata, sesak napas, dan batuk-batuk menjadi gejala yang paling sering dirasakan akibat paparan asap pekat.

Mengapa Kabut Asap Ketapang Semakin Pekat

Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Ketapang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan yang belum juga surut. Kondisi ini membuat kualitas udara di sejumlah kecamatan turun ke level yang mengkhawatirkan, terutama pada pagi hari ketika aktivitas warga dimulai.

Pelajar menjadi kelompok yang paling rentan karena mereka tetap harus berangkat ke sekolah meski udara tidak sehat. Masker menjadi kebutuhan mendesak yang tidak semua keluarga mampu menyediakannya dalam jumlah cukup.

Bantuan Masker dari DPP FSPMI untuk Warga Marau

Umar Wirahadi Kusuma dari PC SPPK FSPMI Ketapang menyampaikan harapannya agar bantuan masker dari Dewan Pimpinan Pusat FSPMI dapat membantu mengurangi dampak paparan kabut asap, khususnya bagi para siswa yang tetap harus menjalani aktivitas belajar.

"Semoga bantuan masker dari DPP FSPMI ini sedikit banyak dapat membantu melindungi para siswa dari dampak kabut asap. Kami juga berharap hujan segera turun agar kondisi udara kembali membaik dan masyarakat dapat beraktivitas dengan lebih aman," ujarnya.

Serikat pekerja menilai dampak karhutla tidak hanya dirasakan pelajar, tetapi juga buruh yang bekerja di lapangan setiap hari. Paparan asap dalam durasi panjang berisiko menimbulkan gangguan pernapasan yang lebih serius jika tidak ditangani.

Harapan Warga: Hujan Segera Turun

Warga Desa Randai dan sekitarnya berharap cuaca segera membaik dan hujan turun agar kabut asap berkurang. Kualitas udara yang pulih akan membuat aktivitas belajar dan bekerja kembali normal tanpa kekhawatiran gangguan kesehatan.

Aksi sosial PC SPPK FSPMI Ketapang ini menjadi bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak sebagai kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dalam menghadapi dampak kabut asap akibat karhutla.

Follow www.radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: koranperdjoeangan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks