Pencarian

Danantara Siapkan IPO Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan InJourney dalam 6-12 Bulan

Selasa, 11 Agustus 2026 • 12:06:31 WIB
Danantara Siapkan IPO Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan InJourney dalam 6-12 Bulan
Danantara menyiapkan langkah IPO untuk Pegadaian, Pupuk Indonesia, Pelindo, dan InJourney dalam kurun waktu 6-12 bulan ke depan.

KALIMANTAN BARAT — Rencana ini disampaikan langsung oleh Chief Investment Officer (CIO) Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, di sela-sela peluncuran ETF Emas di Gedung BEI, Jakarta, Senin. Ia menjelaskan proses persiapan IPO akan digarap oleh anak usaha, yakni PT Danantara Asset Management (DAM).

"Itu prosesnya ada di dalam DAM, insyaAllah kita bisa fokus 6-12 bulan ke depan. Itu ada proses juga nanti dalam Bursa ya, niatnya juga untuk menambah likuiditas juga ke pasar modal Indonesia," ujar Pandu kepada awak media.

Daftar Kandidat IPO: Ada Pegadaian hingga InJourney

Sebelumnya, COO Danantara Indonesia, Dony Oskaria, membeberkan sejumlah perusahaan BUMN yang dinilai layak untuk diajak melantai di bursa. Menurutnya, banyak perusahaan dengan fundamental kuat yang selama ini belum memanfaatkan pasar modal untuk mendanai ekspansi.

"Banyak perusahaan-perusahaan kita (BUMN) yang bagus, masih ada Pegadaian, ada Pupuk Indonesia, dan banyak, ada Pelindo, ada Angkasa Pura, dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang memang secara market cap bagus untuk kita IPO-kan," kata Dony.

Keempat nama tersebut memiliki kapitalisasi pasar yang besar dan bisnis yang mapan. Pegadaian misalnya, dikenal sebagai pemain utama bisnis gadai di Indonesia. Sementara Pupuk Indonesia menguasai distribusi pupuk nasional, Pelindo mengelola sebagian besar pelabuhan di Tanah Air, dan InJourney Airports menaungi banyak bandara utama di Indonesia.

Masuk Peta Jalan Transformasi BUMN

Dony menambahkan, rencana IPO ini bukan sekadar wacana, melainkan sudah masuk dalam peta jalan (roadmap) transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan. Pihaknya tengah memilah-milah perusahaan mana yang cocok untuk dibuka ke publik, mana yang akan mencari mitra strategis, dan mana yang tetap dimiliki penuh oleh negara.

"Jadi mana akan kita strategic partnership, mana akan kita IPO, mana kita tetap tertutup, nanti kita diskusikan juga dengan Kementerian Keuangan, arahannya tentu sebagai milik negara ya. Kemudian yang terakhir nanti baru kita menjadikan itu potential target yang lebih tinggi lagi," jelasnya.

Kendati demikian, Pandu belum bisa memastikan perusahaan mana yang akan lebih dulu melantai. Ia meminta publik menunggu pengumuman resmi dari DAM dan Dony Oskaria selaku COO.

"Itu nanti tunggu aja dari DAM, nanti juga dari sisi pak Dony bisa komunikasi langsung," imbuh Pandu.

Langkah ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Kehadiran BUMN besar dengan fundamental solid berpotensi menarik minat investor domestik dan asing. Selain menambah likuiditas, IPO BUMN juga menjadi cara negara untuk mendapatkan dana segar tanpa harus melepas kendali penuh atas perusahaan strategis.

Follow www.radarsambas.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jatim.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks