KALIMANTAN BARAT — Perluasan akses listrik ini bukan sekadar pemasangan tiang dan kabel. Bagi warga di tiga desa tersebut, kehadiran aliran listrik mengubah cara mereka menjalankan aktivitas sehari-hari—mulai dari membuka usaha kecil hingga anak-anak belajar di malam hari tanpa bergantung pada lampu minyak.
Infrastruktur yang Dibangun di Medan Sulit
Untuk menjangkau pelanggan baru, PLN membangun infrastruktur yang tidak sedikit. Sepanjang Semester I 2026, perusahaan membentangkan Jaringan Tegangan Menengah sepanjang 46,82 kilometer sirkuit dan Jaringan Tegangan Rendah sepanjang 190,18 kilometer. Gardu distribusi dengan total kapasitas 3.750 kVA juga didirikan untuk memastikan pasokan listrik stabil sampai ke rumah warga.
Proses pembangunan di lapangan tidak selalu mulus. Medan yang sulit dijangkau dan cuaca yang berubah-ubah menjadi tantangan terbesar bagi tim teknis. Namun, koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah kabupaten, serta masyarakat setempat membuat proyek ini tetap berjalan sesuai target.
Listrik sebagai Pemicu Ekonomi Warga
General Manager PLN UID Jawa Barat, Muhammad Joharifin, menegaskan bahwa program ini lebih dari sekadar penerangan. "Listrik bukan sekadar penerangan, melainkan membuka banyak peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima baru-baru ini.
Di desa-desa yang baru menikmati listrik, dampaknya langsung terasa pada produktivitas usaha rumahan dan akses informasi. Warga yang sebelumnya mengandalkan genset berbahan bakar minyak kini bisa menekan biaya operasional. Layanan publik seperti posyandu dan sekolah juga mendapat pasokan listrik yang andal.
Target Pemerataan Energi ke Depan
Joharifin menambahkan, keberhasilan program ini adalah buah kolaborasi yang solid dengan berbagai pihak. "Kami mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah dan masyarakat yang memungkinkan manfaat listrik dirasakan hingga pelosok," katanya.
PLN UID Jawa Barat berkomitmen melanjutkan program Lisdes pada periode-periode berikutnya. Infrastruktur kelistrikan yang terus dibangun diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah tersebut. Dengan bertambahnya desa berlistrik, kesenjangan akses energi antara kota dan kabupaten perlahan menyempit.